Thursday, March 14, 2013

Bipolar dan Selingkuh. Apa Hubungannya?


Berikut ini hubungan antara bipolar dan perselingkuhan yang disadur dari situs gaptekupdate.com. Ada hubungan signifikan untuk penderita bipolar dengan perselingkuhan. Memang perselingkuhan dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti bosan, egois, bahkan balas dendam atas perlakuan pasangan. Namun, bila pasangan Anda memiliki riwayat gangguan bipolar, risiko perselingkuhan lebih tinggi juga ada dalam hubungan Anda berdua.
Tetapi seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Banyak orang, yang mengalami periode singkat emosi yang intens, mungkin tidak menyadari mereka mengidap Bipolar Disorder.
Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.
Kadang penderita memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi, energi dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).
Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.
Bagi penderita bipolar, selingkuh terjadi bukan karena karakter atau kebiasaannya selingkuh. Perselingkuhan kerap terjadi pada episode manik.
Hal pertama yang harus diketahui, gangguan bipolar belum diketahui dengan jelas penyebabnya. Biasanya para psikiater mendiagnosis seseorang terkena gangguan bipolar dengan melihat riwayat keturunan dan memperhatikan gejala yang terjadi (mood state) dan bersifat multifaktor.
Pada kondisi manik, seseorang cenderung beraktivitas lebih. Bila pasangan berada dalam fase ini, dengan sendirinya dia akan tertarik terhadap dorongan seksual.
“Pada saat episode manik selingkuh sering terjadi, karena seolah-olah penderitanya punya energi berlebih, dan dorongan seksual meningkat. Jadi. perhatian terhadap hal-hal yang terkait seksual meningkat pula,” jelas Kepala Departemen Psikiatri RSCM, dr. Agung.
Perselingkuhan pada kasus ini, bukan dikarenakan si dia jatuh cinta pada lawan jenisnya, namun karena perhatiannya teralih.
Jadi, bagaimana cara mencegahnya? Menurut dr Agung, ini dapat segera diatasi dengan langkah awal yaitu memberikan terapi obat (mood stabilizer), kemudian dilanjutkan dengan terapi psikososial antara lain konsultasi dengan psikiater. “Di dalamnya bisa diberikan cara meredam emosi dan mengalihkannya kepada hal-hal lain, seperti berolahraga.”

No comments:

Post a Comment